Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumat, 13 Januari 2012

Antisipasi Krisis Pangan

KEPALA Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Natuna Hikmatul Arif mengatakan, pemerintah daerah memutuskan akan menggelar operasi pasar murni (OPM) di beberapa Kecamatan di Natuna.
Ada delapan kecamatan yang menjadi tempat operasi pasar murni. ”Berdasarkan hasil pertemuan dengan sejumlah camat, maka akan digelar operasi pasar murni ke delapan kecamatan,” ujar Nikmatul. Jika tidak dilakukan operasi pasar murni secepatnya, dikhawatirkan akan terjadi krisis pangan dalam waktu dekat ini di delapan kecamatan itu.
”Pak Bupati (Ilyas Sabli) selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Natuna sudah menyurati provinsi agar ditindaklanjuti ke kementerian perdagangan untuk menggunakan cadangan beras pemerintah di gudang bulog Ranai dan Sedanau,” kata Hikmatul, Kamis (12/1).
Delapan kecamatan kekurangan pangan ini kata Hikmatul, diberikan jatah beras bervariasi. Dalam operasi pasar ini itu, Disperindag berkoordinasi dengan pedagang di kecamatan masing- masing. Pedagang-pedagang itu diminta menjual beras  dengan harga ditentukan pemerintah daerah.
Harga beras yang ditentukan pemerintah daerah katanya bervariasi di setiap kecamatan. Harga beras paling tinggi katanya Rp7 ribu per kilo.
Dikatakan Hikmatul, digelarnya operasi murni ini juga untuk antisipasi kenaikan harga beras yang dijual pedagang.
Operasi pasar murni merupakan langkah mengatasi ancaman krisis pangan yang disebabkan musim angin Utara. Apalagi berdasarkan laporan terakhir dari sejumlah pemilik kapal, katanya, kapal mereka belum bisa berlayar ke Natuna, karena terkendala cuaca buruk.
”Meski tidak dapat rekomendasi kementrian perdagangan RI, Operasi pasar ini akan tetap dilaksanakan ke kecamatan dalam dua hari kedepan, paling lambat Senin (17/1). ,” ujarnya.
Alasannya, karena stok beras di kecamatan hanya cukup beberapa hari lagi. Bahkan stok beras beberapa pedagang di Ranai sudah kosong. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar